"Rencananya 2014 ini, kira-kira semester II, karena kapal gampang mobilitasnya, saat ini kami fokus dulu di Indonesia timur dan di Jakarta seperti Kepulauan Seribu," ujar Direktur Keuangan Bank BRI Ahmad Baiquni di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Senin (24/2/2014).
Pada tahap awal BRI akan menyiapkan 4 kapal dengan investasi sekitar Rp 1 miliar-2 miliar per kapal. Total anggaran yang disediakan untuk program ini mencapai Rp 20 miliar.
"Untuk semantara 4 kapal dulu, nanti kami evaluasi lagi kalau ini positif bisa kita tambah. Sama seperti tahap awal Teras Mobile yang kurang dari 100 unit, sekarang sudah sekitar 300-400 unit. Kalau bus malah tidak sampai Rp 1 miliar," lanjutnya.
Baiquni mengakui, masih banyak daerah di tanah air yang belum bisa terlayani kantor cabang BRI yang ada. Namun beroperasinya kapal ini diyakini bakal membuat BRI mampu menjangkau masyarakat diwilayah-wilayah tersebut.
"Ada kendala ekonomi softskill-nya yang belum memadai sehingga kita belum membuka jangkauan secara penuh, tetapi dengan kapal ini kita bisa mengunjungi mereka secara reguler misalnya seminggu sekali atau dua minggu sekali," jelasnya.
Meskipun diakui investasi kapal ini jauh lebih mahal jika dibanding dengan membangun elektronik channel atau kantor cabang, namun Baiquni melihat penggunaan kapal akan membuat cakupan nasabah yang bisa terlayani akan lebih luas.
"Maka penertrasi bisa meningkat lebih cepat, tentunya kita akan tingkatkan dari layanan kapal menjadi paling tidak kantor unit atau kantor cabang pembantu atau kantor cabang. Ini jadi semacam perintis. Kalau untuk, transaksi sama seperti Teras Mobile, cuma antar pulau," tandasnya.(Dny/Shd)
Credit:
AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA POKER & DOMINO 99
| Add caption |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar